6/11/15

#KeepSpreadingHappiness

http://fahdpahdepie.com/

Everyone has lovely story of their marriage, tapi yang ini aku baca suka senyum senyum sendiri dan kadang nyes, ga cuma tentang marriage, his new post talked about trending topic on Yesterday: Angeline. Tulisannya keren dan dari hati banget. Dan ngajarin kita buat bahagia selalu. Senengnya itu loh.. Duh aku ga bisa panjang lebar, sebentar lagi waktu lunchnya abis.

#KeepSpreadingHappiness :)

6.11.15 1.22 PM

6/5/15

Jujur

Ibuku bilang. Hidup harus penuh dengan kejujuran. Pernah suatu ketika aku berbohong pada Ibu. Semenjak itu... Ibu tak pernah lagi percaya padaku... Yang aku tahu setelahnya... Kebohongan akan merusak segalanya. Kehidupan kita. Teman. Pasangan. Karir. Uang. Semuanya akan menjauh. Dan dampaknya meskipun sekali. Besar sekali. Semenjak itu... aku tak berani macam macam. Aku takut dengan pesan Ibu. Sayangnya tak mudah memang jujur untuk sebuah perasaan. Kabar baiknya... aku tak perlu susah payah berbohong demi ini. Aku cukup jadi diriku sendiri. Di depanmu. Sesederhana itu.

Terimakasih :)


5/23/15

Antimainstream: When People Talked About Love

Iya mau antimainstream dulu.... Semenjak media sosial dari friendster sampai path, chatting lintas platform seperti whatsapp kayanya ga ada yang bisa ngubah yang namanya galau tentang cinta. heheheh. And I includes one of that euphoria... from 140 words on twitter then changes into funny things on Path Images message which sounding too viral. Dan blog ini pun masuk kategori tingkat galau yang sama hahahha

Ya aku mah apa. Manusia biasa. Kadang sedih kadang seneng. Tapi sekarang kalau sedih buat apa... Masalahnya ga kelar. Hidup tetap berputar dan waktu berjalan meski jalan yang ditemui itu ya jalan buntu. Sekarang ya harus musti banyak yang disadarin. Lebih banyak milih nulis #SpreadHappiness dibanding badthings happens on today. And just saw the difference between. Trust meh!!

#SpreadHappiness yang aku buat adalah
1. Makasih banyak udah dikasih tubuh yang sehat ya Allah. Ga cacat sedikitpun.
2. Makasih banyak ketemu new comers from tax yang baik baik dan lucu lucu. Wiwid, Riko, Yondri
3. Makasih banyak ternyata masih banyak fans :D
4. Makasih banyak hari ini bisa ngobrol barengan mamah sama bapak. Lengkap pakai ketawa ketawi. Karena mamah ngasih daging ******* ke Bapak bilangnya daging bebek. Dont judge my mom about sins. I just praise for that moments. Semoga cepet sembuh Pak.
5. Makasih banyak karena Salim Afillah yang ngajarin aku tentang hal utama yaitu pasrah..  Aku cuma tahu Allah lah yang bisa ngasih waktu dan ikhlas
6. Makasih banyak udah dikasih voucher MAP sama kantor lumayan bisa jadi kipas.
7. Makasih banyak punya bos kaya Mas Andi yang baik
8. Makasih banyak karena akhirnya bisa dapet flatshoes lucu dipayless
9. Makasih banyak buat bekelnya dari mamah.
10. Makasih banyak buat kerjaan aku yang sekarang. dan team aku yang semoga dikompakkan.
11. Makasih banyak sama motivator oknum K yang ngajarin soal hidup di masa sekarang dan kerjakan sesuatu dengan ikhlas.
12. Makasih banyak bukunya malcolm belum kebaca baca tiga tiganya -____-
13. Makasih banyak bisa ketemu ciput hari inih
14. Makasih banyak bisa spread happiness ini di sini.
15. Makasih banyak dikasih temen kubikel sebelah yang ngajarin namanya kesabaran dan kerendahatian juga kepemimpinan.
16. Makasih banyak... boss baru yang ngajarin untuk ga denger pendapat aneh aneh. Kalau memang ada orang orang yang nilai aneh aneh silahkan. Allah yang hanya bisa membalas.

Makasih :) :) :) :)

Bella
2359 pm.

4/11/15

Hal Hal Terbaik di Bulan April

Hal Hal terbaik di bulan April ini adalah:


1. Handphone Baru #lalalalayeyeye
#Alhamdulillah



2. Video Kekinian tentang  mungkin tepatnya Kehidupan
-Ridwan Kamil antara GDP and Happiness Index, trully happiness or just happ(y)ness :D #




-Ga cuma selfie ala ala ada juga Masakkkkk ala ala carbonara ")




- So in loveee with James Corden
Perubahan Itu Perlu when everyone shocked with CBS chocolate decition and choose this lovely man, between some hashtags #BritishTalentGoesToAmerica #AmericansReaction #Hatters #Lovers, Nasibnya mirip mirip lah ya kayak yang eike tengah hadapi, Sebelumnya dia mengantikan Craig Ferguson Yang Emang Craig itu Keren dan Hilarious banget selama 10 tahun di Late Late Show, looks so yesterday, but people believe it's time bound for him today, then CBS found this fresh and talented man, for new hope, new things, new sponsorships, new style, new purple hehehe and got young x generations as one of their audience :)
Even perubahan itu sakit di awal, for better, why not?
#JadinyaTjurhattt









3. And the lastttt, Apps terbaik  bulan ini:



The Economist. Im so in love and insane with this and hopefully soonest have a credit card for full access  With only 99K permonth:) Wall Street Journals also good (best actually), but I couldnt read none article, and should subs with IDR 345K, ist it worth price for me? 



Depok. 20.40 
11/04/2015
Bersama bubur ayam, tanpa bisa makan gulai kambing akikahan tetangga... juga tugas kuliah
#Bersemangat #Alhamdulillah

Rindu

source

Kata orang-orang yang tengah tenggelam di lautan bernama cinta yang tak lengkap tanpa selfie berdua: rindu itu manis. Baik rasa, tekstur, juga aroma. Kau bahkan akan kehilangan kata-kata lebih dari terlalu rindu itu sendiri.

Kemudian aku bertanya kepadamu sejenak, bagaimana rasanya rindu? Apakah pernah kau hirup aromanya barang sejenak. Seperti kemarau yang merindu hujan lalu petrichor datang. Seperti bulan yang temaram bersinar namun menenangkan di tengah lautan awan hitam. Atau layaknya menatap ribuan ganggang keemasan di lautan lepas pada Life-of Pi. Atau komersialisasi mawar-mawar indah yang tengah tersiram di deretan toko bunga dekat New York City. Atau mungkin padang rumput kecil Wonosobo yang belum kita lihat bersama-sama.

Aku juga selalu takjub dengan mereka yang mampu menghirup aroma rindu. Aku tak lagi mampu, karena paru-paruku akan butuh oksigen lebih banyak dari biasanya. Jantungku seperti diterkam oleh belati meski belum masuk satu inci. Kalaupun ini rindu, mengapa sesak sedemikiannya sesaknya tanpa ada sisa ruang di hatiku?

Aku pernah bertanya pada perempuan di seberang jalan dekat stasiun. Ia menatapku, membelai rambutku, kemudian matanya berkaca-kaca persis seperti tekstur air pada salju. Matanya berubah menjadi segienam. Hatinya berkilat-kilat menjadi biru. Matahari pukul tujuh dari timur mendadak berbalik arah dan menawarkan indahnya senja. Hatiku perlahan menjadi longgar. Ruangnya perlahan diisi senyawa rindu yang berikatan bagai air yang mengikuti wadahnya. Walau diberi ruang sedikit oleh hati. Rindu itu masih ada. Sesak sedemikian rupa. Tak ada manisnya.

Rindu adalah tentang batas waktu. Pertemuan tak selamanya jadi alasan untuk pengakhiran. Waktu juga menjadi acuan. Katanya pelan.

Aku berjalan lagi. Menghabiskan sisa waktu malam di sebuah lorong-lorong stasiun ibukota. Lautan manusia yang rindu keluarga. Rindunya berubah menjadi asin bercampur peluhnya dan ratusan peluh orang lain yang berdesakan-desakan. Kaki terinjak tetapi hati mereka semakin longgar diisi rindu itu. Demi memeluk ibunda, adinda, dan anak tercintanya.

Sebelum sampai ke stasiun tujuan. Aku bertanya sendiri. Mengapa hatiku sesak dan tak menginzinkan rindu datang mengetuk. Aku bahkan dengan repot harus membuat pintu. Membuat kuncinya terlebih dahulu. Menutupnya rapat-rapat. Meski rindu menunggu diluar. Hatiku didalam terasa sesak tanpa udara. Sudah kuberi jendela. Namun rindu bagai udara yang akan masuk menerkam hatiku. Kututup jendela itu dengan rapat. Hingga setiap aku mengingat rindu. Hatiku sesak.

Lalu rindu bertanya padaku? Mengapa pintu hatiku demikian kerasnya melawannya untuk hadir walau sejenak. Mengapa seolah dirinyalah yang diasingkan dan tersalahkan. Aku termenung dan tersudutkan.

Dengan egoisnya, aku tak lagi mau tahu. Kulihat punggungnya dari jendela yang rapat. Ia berhenti pada sebuah stasiun. Berbeda peron yang akan di tuju. Meski aku tahu akhirnya akan sama. Mencari titik temu bahagia pada hatinya dan hatiku. Punggungnya tak terlihat ditutup ratusan manusia yang merindu. Kuharap, rindu sudah pergi jauh-jauh. Tak lagi mengetuk pintu. Tak lagi menjadi air. Tak lagi menjadi udara yang masuk lewat jendela. Ia mungkin berubah jadi angin lalu. Terbang mencari pengharapan. Perempuan itu benar, Rindu adalah tentang batas waktu dan waktu yang membuatnya berlalu dihempas oleh ketiadaan harapan. Hatiku serasa baru. Tak lagi sesak. Kemudian tertidur nyenyak. Hingga suara nyaring stasiun tujuan diberhentikan dan Petugas membangunkan.

"Sudah sampai mana Pak?"

"Stasiun Bahagia."

Jawabannya melegakan, hatiku longgar. Aroma petrichor menyambut kaki-kaki kecilku dengan payung dalam genggaman.



Depok. 
21.09 7/4/2015