3/30/15

Bagas Tak Hanya Baju Bagus, Hati Dan Cita Mesti Bagus Juga

"Namaku Bagas ka..."

Pandangan saya pada pembangunan stasiun monorail teralihkan. Anak kecil itu berpakaian rapi, layaknya bukan orang tak punya, anehnya naik metromini tanpa orangtua. Lalu saya ajak duduk di samping saya.

"Namaku Bagas ka.... Cita-citaku ingin jadi pegawai kantoran"

Aku memandangnya seksama. Layaknya Putri adikku, ia bercerita banyak hal.

"Aku joki tri in one ka."

"Wah... Iya.... Megang uangnya sampai banyak ya gas hehehe. Ongkosin kakak dong."

Beneran dia mau ongkosin aku.... Baikkkkkk bangettt.

"... Engga becanda Gas, ongkosnya udah tadi heheheh"

"Kirain kakak beneran ga punya duit."

-______-

Iya memandang keluar....

"kakkkkkk liat deh ka... Nih kalau tangannya aku lepas mereka bakal naik ke atas. Wussssssss"

Sambil menatap Gedung Sampoerna Strategic. Kalau dilihat dari Jalan Jenderal Sudirman memang hanya itu yang terlihat... Saya baru terpesona saat sesudahnya ke Kuningan melihat gedung ini langsung.

Masih mainin Gedung Sampoernanya sampai lewatttt gedung lain....

"Bagas ga sekolah?"

"Aku udah sekolahnyaaaa.. Tadi siang.. Terus sore sore langsung ke daerah tri in one."

"Satu mobil dapet berapa gas?"

"Paling gede 15 ribu kak satu mobil."

"Kok pakaiannya bagus gas?"

"Biar ga ditangkep atau dikejar polisi kakkk.. Ga dikira pengemis atau pengamen Karena kalau joki itu lebih keren naik mobil pula."

"Hari ini udah dapet berapa?"

"65 ribu banyaaaak kan kak. Kakak kalah."

"Wih hebat.Tos dulu dong."

*Tosss*

Uangnya buat apa sih?

"Buat beli baju, sama buat tabungan sekolah."

"Wih hebat. Kenapa sih mau jadi karyawan di gedung Sampoerna. Jadi pemilik perusahaan aja Gas :) Lebih enakkkkk."

"Kenapa kak?"

Bla bla bla bahasa saya ketinggian buat di cerna. #sungkemmaapkeun

"Ga mau jadi akuntan?"

"Apa tuh ka?"

Ngitungin duit orang bla bla bla bahasa saya ketinggian lagiiii :P

Bus tepat berhenti di halte Benhil... Bagas anak kecil kelas empat SD ingin mengubah nasib keluarganya. Agar tak seperti ayahnya yang juga menjadi joki tri one. Doakan. Alfatihah.

Kita semua akhirnya dapat memetik pelajaran. Terutama tentang bersyukur. Tentang menjadi diri sendiri. Tentang berbagi. Tentang mimpi. Tentang Jakarta. Tentang nurani. Tentang uang. Tentang anak-anak. Tentang keberanian. Tentang kekuatan. Tentang gedung tinggi. Tentang pencakar langit. Tentang keluarga.

Ia turun dengan kaos biru tua yang masih terlihat baru dari FO. Lambaian tangan dan senyuman lebar. Saya terlebih lagi... Tersenyum sendiri. Tuhan selalu punya cara untuk menghibur saya dan memberi banyak makna.


Depok. kejadian bulan lalu atau lama dalam metromini hijau 19
23:15

3/1/15

Doa

“ Dan aku belum pernah kecewa dalam
berdoa kepada-Mu, ya Tuhanku.”

QS. Maryam:4


Ya Allahhhhhhhh speechlessssss nangis meleleh T.T T.T :-(

For a long time... I used to pray for many fancy things.

Now I pray... just to be near You. {}{}{}{}

Source tumblr:kurniawangunadinotes.

Boundary

Eh pernah ngerasa ga apa apa terbatas. sometimes kita hidup juga kayak gitu sih ngebatesin.

Kaya misalnya:
Gue padahal baru aja mulai ekstensi. Terus ditanya cita citanya apa. Yaudah kan ya, jujur gue bilang gue pengen cepet lulus terus mau banget kuliah di luar.

Then she replied, duh Bella, impiannya tinggi juga susah ngebahagiinnya.

Tapiiiiiii kan ga papapapapa kan? Mengiyakan. Doa massal. Aamiin ya Allah Aamiin.

Gue juga hidup kadang sama boundary gitu. Terlepas dari culture shock dengan material and unmaterial amount. Yes, dulu harus nyari where's the difference of zero point sekiannnn. Sekarang ga kaya gitu lagiiiii. Jadilah gue harus pelan pelan ya ngelepas boundary kaya gitu.

Then boundary itu dateng lagi, misal kaya oknum N yang anti banget punya pacar ngerokok. Lah itu gimana????

Oknum T sampe ngomel ngomel biar oknum N ngelepasin boundarynya sendiri.

Yah begitulah. Atau misalnya dari ranah pendidikan. Kasta-kasta ketersengajaan yang dibentuk di masyarakat sama tingkat pendidikan seseorang kan udah lumrah banget. Dan gue ngerasain itu ga enak banget. Tapi teteeeeppp yah. Buat gue pilihan Agama tetep no satu gimanapun itu. Eh itu boundary ga sikk. Gambling terbesar adalah agama. It's not a boundary but seems a biggest slice for boundary pie cake. Sama ajaaaa -___- hahaha.

Yaudahlah ya.... boundary dengan sendirinya hilang kalau kita ngerasain gimana rasanya hadi orang itu. Dan bandingin dengan hal yang positif.

So chase the wind to the sky without limit.
We will catch our dream. With ikhlas. Sukses Muliaaaaa.

#Bersemangat #AtoZLife

Depok. 20.17. Start a new life on March, #lalalalayeyeye

2/22/15

Jodoh dan Books Of The Month

“ Jodoh itu istimewa, maka cara menjemputnya juga istimewa.
Perjuangkanlah orang yang memang memperjuangkanmu. Jika main-main, tendang saja!”

Kang Canun, dalam seminar Pra Nikah 14
Februari 2015

Source: jagungrebus.tumblr.com

By the way, ini baca jadi ga fokus gara gara tumblr-ing hikss...

......

Tapi saya lagi seneng banget ya buku baru hari ini mengalahkan kebimbangan untuk ikutan beli busana kekinian. Yes, untungnya geek nya lagi dominan bangetsss. Terus rada bingung, bimbang, gundah gulana memilih dua pilihan ini. Baca yang mana dulu antara Self Driving-nya Pak Rhenald Kasali, atau Lapis-Lapis Keberkahan nya Pak Salim Afillah (yang ini asli telat bingitsss). Tadinya mau tiga. Ada bukunya Desi Anwar mejeng jugaaaa aduh itu lebih menarik dibandingkan gamis kekikinian. Dan gajadi beli. Si Putri Bala Bala ngerengek minta buku jugak :-(

Biar balance dua bukunya itu cerminan ilmu dunia dapet akhirat dapet. Mau cepet kelarin jugaaaa semangat bangun pagi biar dapet duduk di commuter line. Dan survey yang dilakukan oleh Bella seorang. Kecantikan juga kegantengan seseorang meningkat saat membaca buku di kereta. Yuk ah kakak di beli beli. Murah kok kakak. #BakatTanahAbangTerpendam

Yuk bersemangat!!

PS:
Postingan jodoh sama buku yang dibaca memang tidak ada kaitannya. Penulis malas membuat dua postingan sahaja.

#Iqra #BooksForYouOfThisMonth #SelfDriving #Lapis-LapisKeberkahan #SalimAfillah #RhenaldKhasali

Depok. 21:59 Face Money Day. 22/2/15

2/17/15

Ikhlas + Sukses + Mulia

Saya sering berkata sendiri. Menyemangati diri saya sendiri. Yes... jargon hidup udah susah ngapain dibuat ribet. Ngapain juga ga happy? Then.... tiba-tiba banyak orang yang selain nyangka gue lebay, mendadak omongan-omongan gue jadi wise. Gue juga ga ngerti dimana letak wise-nya itu #FaktorUsiaUdahTuaSedihhhhhahahahsedih

Yah mungkin juga ada sangkut pautnya ya sama majalah dan koran makanan sehari hari yang isinya dari Buruh migran, Pengajar, Pedagang Eceran, Guru, Buruh Lokal, First Jobber, Maasiswa, sampai CEO, dan CFO or paling engga tingkat manajer yang ngasih saran ini itu biar hidup lebih baik. Atau mungkin juga bos waktu dulu saya jadi first jobber disana. Atau mungkin saya sendiri. Pengalaman saya sendiri.... Setua apa punya pengalaman sendiri hahaha.

Terus saya juga baru dapet ilmu baru nih. Ilmunya kece banget. Tentang ikhlas dan keadaan ga dipaksa. Banyak kan orang maunya to have  dan males jadi expert. Bebannya numpuk. Hutang sana sini. But dia punya semua yang dia mau. Tapi hidupnya maksa dan keluarganya berantakan. Jadi ilmu baru ini kalau digabung bisa jadi ikhlas sukses mulia.

Ikhlas artinya, ngejalanin hidup yang sekarang. Benar benar di masa sekarang. Ala the secret Rhonda Byrne juga sih mirip mirip. Cuma dalam ikhlas, tujuannya satu yaitu buat Allah. Yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang. Saya yang tadinya lebay... jadi banyak mikir ulang sama konsep ikhlas ini. Lebih milih jadi expert dan ga pernah maksain sesuatu. Agak susah sih neranginnya. Yang jelas sih bahagia aja sama hidup di masa sekarang ujungnya nanti buat masa depan. Pasrah sama Allah. Tetep senyum dan bersyukur. Apapun itu sesuatu yang dipaksain kan ga bagus... #DitamparBolakBalik

Kalau soal sukses mulia. Neranginnya bisa panjangggggg. Yang indah ga cuma sukses tapi mulia dihadapan Allah dan manusia. Bermanfaat untuk sesama intinya.

Jadi siap ga jadi generasi yang ikhlas, sukses, lagi mulia? Biidznillah :)

Depok, 23:54 17/2/15

2/11/15

Asks

I only ask a question about your past seems like this:

"Have you ever read Paulocoelho's Books? Alchemist? Or Philip in The Golden Compas?"

And for future here your question.

"Will you plan your life as an expert or be someone who has everything they wanted?"

When I ask to random people. I will know (re: judge) their characters :)

Well... past is not the part of our future. Fill it with joy and happiness :) Banzai!

Depok. 23;21 pm