4/24/14

Rupa dan Agama

Aku perempuan berkulit sawo matang bahkan banyak orang yang memanggilku si hitam legam.

Sering pula aku disebut si gendut. Kombinasi ini membuatku menciutkan nyali saat seorang laki-laki datang dengan sopan. Yakni, kamu.

Aku masih belum tahu dan seringkali mengira-ngira. Apa alasanmu? Mengapa mau memilihku? Agamapun sebagai yang utama kurasa tidak. Jauh sekali... Hafalan dan pengetahuan agamaku dibanding dirimu sungguh berbeda jauh. Apa yang mendasarimu memilihku?

"Aku mencintai Tuhan yang tak berupa.  Paras buatku bukan pilihan utama. Memang betul pengetahuan agama menjadi tiang utama aku memilihmu, sebab bagaimanapun letak pengetahuan itu, letak tertingginya ada pada akhlaknya. Temani aku tak sampai dunia saja. Jannah-Nya jua."

-Depok.
24 April 2014 8:09
#Fiksi

Pertemuan

Terkadang, aku selalu penasaran. Bagaimana cara kita bertemu? Dijalan, sekolah, persimpangan, rumah sakit, kantor, bank, tepi jalan, warung emperan, pegunungan, dekat pantai, rumahku, rumahmu kah.

Namun, penasaranku lenyap oleh cerita fiksimu pagi tadi.

Langit langit ditangga Tuhan, atapnya putih cemerlang. Dikokohkan kekuatan kesabaran. Untaian doa-doamu dan aku menyatu dipertemukan dengan indah di langit-Nya.

Itulah temu pertama kita. Kamu bergurau dan berkata, "Mengesankan bukan?"

Gelisahku masih belum putus. Dengan tenang kamu meneruskan ceritamu hingga selesai.

"Kamu percaya bahwa skenario Tuhan lebih baik dan indah bukan? Percayalah, temu kedua kita sedang disiapkan. Entah saat musim hujan, musim semi, musim salju, musim mangga, musim rambutan, dijalan, sekolah, persimpangan, rumah sakit, kantor, bank, tepi jalan, warung emperan, pegunungan, dekat pantai, rumahku atau mungkin rumahmu."

-Depok, 24 April 2014.
00:21
#Fiksi

4/19/14

Satnite With Kepler

Rasanya jayus banget nyeritain ini. Prahara pertama muncul gara-gara gue ga sengaja baca di bbc.uk kalau ada planet mirip bumi dua hari yang lalu.

Pas momennya tepat. Pas satnite gue ceritain deh ke Putri, adek gue. Gue bilang kalau dia sebenernya itu alien.

"Ti, sebenernya kamu kan alien." Muka gue datar-datarin. Sepolos sekalem sebagai kakak. Nahan ketawa susah banget. Haaha ekspresi doi ga nahan.

Uti diem aja tapi ekspresinya lucu banget. Siaul nih anak. Beda banget sama gue yang tertarik banget sama ensiklopedia. Adek gue mana demen. Doi demennya Barbie, Segala macam princess Ariel terutama, plus norak banget banget dikasih cerber kisah tentang Putri Jepang... Zzz....

Gue goyang-goyangin nih anak sampe sadar kalau dia sebenernya alien. Sambil nahan geli wakakakak...

Akhirnya... Dia ga percaya juga sih kalau dia ternyata alien. Hahaha.

Gue terangin panjang lebar ampe dia nguap tentang si Kepler 186F (kalau ga salah sik, gue kehilangan ingatan yang dihapus akuntansi). Akhirnya adek gue turut bicaralah dia. Hahaha. Gue bilang kepler tuh sebenernya orang yang nyiptain hukum kepler. Jadi Putri berkesimpulan hukum adalah Kepler. Gue ngakak... "bukan gitu Ti.." terus gue mau jelasin dari awal... Eh doi udah kabur..

Sekian. Happy Satnite:)

21:45 pm Depok 19 April 2014

4/17/14

Happ(y) ness and Negative Thought

Happ(y) ness and Negative Thought

Make your life easier is depend on your own to feel the happ(y)ness. I still looking for that word. And its worked. I felt deeper when I praise too God and look people around me who had problem more bigger than me. God still love me. (Look Surah Al Insyirah)

As a human being. Allah SWT create human is same level each other. The difference among us are just imaan level. Or we call said it as believer level. Human is same. In the eyes of Allah. We never get our identity from gadget, smartphone, clothes and any else.

And word, I am human being too. Who wants the teory about happ(y)ness and appreciate from my outside. Happyness is not from your richness, gadget, smartphone, clothes and any else.. But your feeling. Yes, I am so insecure. But thats all (gadget clothes and etc) will be bullsht. If we were never praise and thank to God for everything we get and give.
 

Anyway, this negative thought not only from inside. For example our mind & frightened. But also from outside. Ya... the source from outside is more dangerous than inside. Because we couldnt preventive the outside. And we should have seems 'antibodies' from our mind who get negative attack from outside.

Last week my life seems so miserable. I dunno what happen. And exactly, it's caused by negative tought who get affected from outside. Such as mass media, people around me Yap... Negative people exactly still alive in ur communities.

So...


Do's to avoid the negative thought from outside:


-The most important thing. Stay away from negative people. Its a better idea. Believe it or not. My life which was miserable last week. Now, getting better.

- Tell the negative people who she/he sometimes praise to God and make she/he believe God always beside her/him.

- Tell to your mind before go to bed everyday: I always had a happy & beautiful day (your wishes here) bla bla bla

- Tell to your self that you love your self and make it your life to the fullest.

-For Islam, More do Dzikir or said Istigfar.

-Dont watch at mass media about negative content. It will hold in your memory brain for a years and then forever.

So, you can do's it to make your life and brave to say (happyness).

Goodluck..

Depok
23:49
14 April 204

4/13/14

Resensi Novel: Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah

FROM MY INSTAGRAM: @BELLACITRADI

Mungkin ini lebih tepatnya bukan resensi. Tapi lebih ke quotes-quotes dengan nama pena Darwis Tere Liye. Dan Nama Tere Liye ga sengaja saya temuin di serial Conan jaman baheula. Lol *salah fokus*


Mungkin ini bukan cara penulisan resensi yang benar. Lebih kepada gaya saya sendiri bagaimana mengupas novel setebal 512 halaman ini. Dan bermuatan 37 bab. Fufu. Nyatanya ga bosen saya baca dari berangkat kantor dan pulang kantor. Duduk di angkot atau gantungan di kereta sambil ketawa, sambil nangis, sambil ngedekep bukunya karena nyentuh banget. Asli deh ini bukan sinetron yang lebay. Justru cuma kisah cinta biasa antara penarik sepit dan guru SD, namun karena keorisinilannya lah yang mungkin membuat saya luluh juga sambil menganak sungai di pipi *Perempuan labil ekonomi sekali saya ini* Tapi jujur, itu gejolak perasaan yang saya rasakan dan mungkin momennya pas. Kalau mungkin saya baca setahun yang lalu. 

Efeknya mungkin ga sebesar ini (re: curhat) Yuk kita mulai, siap kan? Siapin cemilan buat cemal cemil ya. Plus saputangan. Kalau lagi flu. *garing*


Alkisah. Di pulau nan jauh dari Pulau Jawa.  Hiduplah seorang bujang berhati lurus bernama Borneo. Pulau Kalimantan lebih tepatnya. Di awal cerita. Menceritakan asal usul kota Pontianak. Yang sejarahnya ternyata lucu sekali tentang hantu bernama Ponti.

Balik ke tokoh sentral ini Si Borneo, lebih suka dipanggil warga "Gang Sempit" dengan nama uniknya: Borno. Dimulai saat ia kecil hingga bekerja di perusahaan karet setelah lulus SMA. Itupun hanya beberapa bulan saja. Karena krisis ekonomi dan bangkrutlah pabrik karet itu. Pekerjaan selanjutnya membawa Borno bekerja di dermaga. Petugas tiket Kapal Ferry. Nyatanya pekerjaan yang kedua selain ditentang oleh para penarik sepit (re:speed/ mirip boat kecil istilahnya angkot atau opelet kalau di darat) di sepanjang Sungai 


Kapuas. Bahkan di takuti-takuti oleh ketua Sepit kala itu: Bang Togar. Hal kedua yang membuatnya membulat berhenti bekerja di dermaga ferry tersebut bukan karena tentangan para penarik Sepit yang membuatnya malu bukan kepalang karena wajahnya terpampang dalam ukuran A4 di tempat perhentian sepit. Namun, karena pekerjaannya yang membawanya pada yang harram. Yakni, mengambil yang bukan haknya. Baca sendiri ya kalau penasaran hehehe.

Akhirnya, Borno memutuskan untuk menjadi penarik sepit mengikuti jejak almarhum Ayahnya.  Namun, tentangan dan gejolak terjadi di sana-sini. Akhirnya berjalan mulus. Pak Tua dan Bang Togar membantunya untuk membelikannya sebuah sepit yang akan ia arungi sepanjang Sungai Kapuas. Tak berhenti sampai disini. Bang Togar dan kawan-kawannya mempunyai cerita apik dan lucu. Sampai terpingkal-pingkal sepanjang Borno mengalami masa perjoglokan sebagai penarik sepit.

Kisahnya berbuah manis dan apik (romantis juga sik hahaha). Bertemu dengan Mei. Gadis keturunan Tionghoa. Disinilah quotes-quotes Moralitas tentang cinta bertaburan dengan mulia dan indah <3
Contohnya: "Itu tidak sengaja bodoh." Aku melotot. Enak saja kau, aku tidak akan merendahkan kehormatan wanita dengan memegang-megang tangannya."

Karena Mei itu seorang perempuan dan mungkin Bang Tere apik menggambarkan perasaan perempuan yang kadang ga jelas. Ya sebagai perempuanpun kadang lucu juga lihat tingkah Mei saat ia "ngambek" sewaktu Borno yang tak tahu namanya asal tebak lalu mengejek dengan nama-nama orang dengan nama bulan lahir itu lucu. Tapi tak lucu buat Mei. Hahaha saya ketawa. Perempuan memang sulit ya di mengerti.
Kebijakan Pak Tua saat Borno gundah gulana pun tak pula membuat hati saya merasa: Iya Pak Tua, ini benar sekali.

Tercantum pada hal 132: "Kau tahu Borno, perasaan adalah perasaan, meski secuil, walau setitik hitam di tengah lapangan putih luas, dia bisa membuat seluruh tubuh jadi sakit, kehilangan selera makan dan kehilangan semangat......"


Yang jelas Borno itu tipe pria maskulin banget. Cuma kadang takut sama Bapaknya Mei. Yang Bapaknya itu tahu Akibat peristiwa masa lalu yang menghubungkan Mei, Borno, Ayah Borno dan Ibu Mei.
Lucu juga liat perjuangan Borno. Iya, bela-belain ke sekolah minta alamatnya Mei takut Meinya masih marah. Dll. Pola tingkahnya yang polos bikin saya nyeus sendiri. :)


Ada bagian pada tengah cerita yang menceritakan penumpang sepit sepasang yang gombalnya kelas teri. Ini bikin ngakak. Dan bikin miris juga sih. Look at page 158 yaaa.


Dan Pak Tua dengan apik menjelaskan perbandingan tadi pada hal 169. Kisah tentang dua manusia tunanetra dan bersama-sama hingga akhir hidupnya. Khas darwis tere liye sebagai pencerita dalam setiap novelnya. Selalu ada cerita di balik cerita. Beda banget kelas gombalnya sama si penumpang sepit tadi ini mah. Netes air mata lagi...


Terus saat Borno bertanya ( Borno, dalam cerita ini Borno telah  bertransformasi menjadi penyuka mesin. Dan ia berbakat dalam mesin. Masuk ke bengkel Andi, sahabatnya sejak lama. Lucu pola tingkah sahabatnya ini). Ia bertanya setelah cerita Pak Tua selesai tentang pasangan tunanetra itu yaitu: "Apakah untukku Pak Tua juga punya?"

"Tentu ada, Borno. Tentu ada. Tapi aku akan membiarkan kau sendiri yang akan menemukan kalimat bijak itu. Kau sendiri yang akan menulis cerita hebat itu. Untuk orang-orang seperti kau, yang jujur, atas kehidupan, bekerja keras dan sederhana, definisi cinta sejati akan mengambil bemtuk yang amat berbeda, amat menajubkan."


Nyeus kan.. tiba-tiba tanpa kabar Mei ternyata balik lagi ke rumahnya di Surabaya. Tentunya membuat Borno gundah gulana. Akhirnya untuk pengobatan Pak Tua berangkatlah mereka ke Surabaya.
Borno pun menceritakan perihal alamat Mei. Dengan bijak Pak Tua menggurau.


"Cinta sejati selalu menemukan jalan, Borno. Ada saja kebetulan, nasib, takdir, atau apalah sebutannya. Tapi sayangnya, oramg-orang yang mengaku sedang dirundung cinta justru sebaliknya, selalu memaksakan jalan cerita, khawatir, cemas dan berbagai perangai norak lainnya. Tidak usahlah kau gulana, wajah kusut. Jika berjodoh, Tuhan sendiri yang akan memberikan jalan baiknya. Kebetulan yang menajubkan. Kalau sampai pulang ke Pontianak tak bertemu gadis itu, berarti bukan jodoh. Sederhana, bukan?"


Dan ternyata Borno bertemu Mei di klinik :)) Dan Borno ciut nyalinya waktu ketemu Bapaknya Mei wahaha.
Singkat cerita Borno sudah bertransformasi jadi pemilik bengkel yang sukses dan ngelanjutin S1nya.
Lika-liku sampai ketemu perempuan lain macam Sarah, seorang dokter gigi (Kok mirip si dul anak betawi si bang tereeee) Akhirnya hatinya tetap memilih Mei. Meski waktu itu Mei sudah sakit-sakitan 3 bulan di Surabaya. Borno tetep bilang:

"Maafkan aku Mei. Sarah bukanlah kesempatan baru bagiku. Kau satu-satunya kesempatan yang pernah kumiliki, dan aku tidak akan pernah menggantinya dengan siapapun."


Yang menjadi benang merah sebagai angpau oleh Darwis, menurutku agak menyebalkan karena baru tahu belakangan. Kenapa ga dari dulu dibaca. Yah itulah penulis selalu menjadi Tuhan dari tulisannya sendiri.
Akhirnya Borno bilang: Lihat hal 507 deh. Hati jadi nyeus lagi. (Namanya juga perempuan kan, kita juga pakai logika kok mencerna novel ini *pembelaan*)


Sepanjang saya membaca tulisan ini. Saya merasa banyak refleksi yang dihadirkan terutama petuah dari Pak Tua yang bijak. Dan saya rasa penokohan dan gaya bahasanya lebib mirip kartun Upin Ipin. Ditambah ketidak jelasan waktu cerita. Misalnya seperti menunggu BLT. Atau Mencoba melucu dengan nama Susilo Bambang.


Tapi secara keseluruhan Bang Tere mampu menghadirkan novel hampir roman. Yang hampir punah kisah kesederhaan ini dalam sastra kita. Akhir kata. Secara emosional saya tutup. Bintang 4.5 dari 5 untuk novel ini.


Depok,
22:32
12 April 2014

4/12/14

Jika Pikiran Kita Tak Sama

Ternyata sederhana.

Tak perlu suatu pikiran yang sama. Suka musik yang sama lantas suka. Suka Paulo Chelho lantas suka. Atau dengan keterpaksaan jadi sekte aliranmu. Sayangnya aku bukan perempuan seperti itu. Tidak kurasa. Tapi aku tahu, suatu saat bertemu denganmu. Perbedaan pikiran akan melintasi udara yang kita hirup sehari-hari. Perbedaan yang saling melengkapi. Itu saja semoga cukup.

<3

Depok. 14.19
12 April 2014

4/9/14

Pemilu Legislatif

Buat calon suami saya yang sekarang pun saya pun gatahu mukanya kaya apa dan berharap ala Channing Tatum yang mungkin ternyata nanti kepala dan pikiran kita bersebrangan. Kalau suatu saat dia baca: I say so sorry if u read this and really dislike.. I should to say all of my musing mind .. Suka ga suka harus nulis kegundahan hati ini...

Jadi gini. Ngeliat euforia pemilu. Yang harus disadarin sama kita adalah:
1. Kalangan menengah ngehe hadir dengan media sosial yang tidak ada pengaruhnya sama sekali.

2. Suara kalangan menengah ternyata bakal hilang ditelan oleh dua suara. Yaitu orang elit baik elit politik maupun elit ekonomi. Dan sisanya hampir 50% pemilik suara dengan kategori miskin dan kurang berpendidikan.

*sumber: blognya @revolutia

Secara kesimpulan, hasil Quick Qount tadi juga nunjukkin bahwa masyarakat kita yang udah ga ngeliat lagi unsur-unsur ideologi lagi dalam suatu partai.

Tapi ya, Indonesia, negara saya tercinta ini. Memang penuh banyak cerita.

Sepertinya halnya demografis. Indonesia dibagi menjadi beberapa Pulau yaitu Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan, Nusa Tenggara, Sulawesi dan Papua. Sebagai partai yang menang dengan perolehan suara legislatif sebesar 19% didukung oleh dua basis terbesar PDIP yakni Jawa dan Bali. Ditambah Jokowi mass effect yang ditimbulkan juga pengaruhnya signifikan. Termasuk saya sendiri pun mengakui. Sayangnya mamah saya  bilang. Ibu Megawati dengan track recordnya yang jual-jualin asset negara jadi ga sanggup deh ngeliat aseet dijual-jualin lagi. Ditambah waktu masih ada suaminya pun. Ibu Mega itu tetap keras kepala bin konvensional. Jadi perolehan suara 19% mungkin adalah hasil tepisan dari keraguan publik terhadap Jokowi karena ada gaung di belakangnya alias jadi bonekanya Ibu Mega.

Oke lanjut. Lalu Prabowo. Melihat pemilih muda  dan dari kalangan bawah yang mungkin kurang tahu. Kurang teredukasi gimana kejadiannya waktu tahun 1998. Tapi ngeliat sikap egaliter Prabowo yang mengusung Macan Asia. Sepertinya publik menaruh trust. Jejak track recordnya hampir tidak ada yang mengetahui bagai tersapu badai. Yang jelas sebelum pemilu legislatif nih. Pak P bikin black campaign tentang jokowi. Makanya suaranya anjlok ke 10% saja.


Kalau saya ngeliat golkar. Basisnya yang ada di luar Jawa. Dan ditambah pemilih berusia tua juga masih eksis dan menginginkan slogan ini muncul kembali di era Soeharto: "Piye kabare masih enak jamanku toh?" Jadi wajar kalau ARB berhasil meraup suara 17%. Dan berbeda dengan Prabowo. ARB lebih banyak diam dan tidak black campaign terhadap Jokowi.

Kalau partai lain kaya Hanura. Hahahaha. Jujur di daerah saya. Sempet ada yang ngasih bantuan buat perbaikan jalan. Sembako ke warga warga. Ditambah ada lagi yang lucu. Asuransi MNC life selama setahun. Hahahaha. Lucu aja ngasih asuransi. Warga bakal terperangah dikasih asuransi yang nilai 1-9juta itu. Kebanyakan, karena penduduk kita itu ga ngerti. Sistem asuransi ini kaya cagak burung alias judi. Ya musti kecelakaan dan mati dulu. Segitu aja nyawa 1 warga dihargain? Mungkin pak HT sedang lelah.


Dan partai yang lain semisal partai-partai dengan ideologi islam. Menurut saya kalau memang mengusung nafas islam kenapa partai-partai islam ga digabung aja? Toh katanya mau ngebela islam kan? Tapi kubu-kubunya terpecah belah. Lagian kalau memang mereka niat ngelakuin islah alias pembenahan kan masih banyak bidang lain. Dunia ga sesempit politik saja, masih lebar. Saran dari saya, mau jadi aktivis partai atau mau jadi aktivis dakwah? Bingung ngebedainnya. Kalau emang niatnya bener mau jadi aktivis dakwah. Ya tolong... di hentikan untuk melakukan politik praktis. Gini saya jelaskan. Kita memang hidup ditengah nafas islam di republik Indonesia tercinta. Dan seharusnya lebih realistis. Marketing 3.0 ala Pak Hendrawan K bilang: Islam di Indonesia itu memang beda kaya di Timur Tengah. Semua ga mesti hijau. Ya ga bisa. Masyarakat kita itu ya mana ngerti misalnya yang simple soal Bank syariah seperti mudarabah? Mana ngerti apa itu mudarabah. Jadi produk bank syariah berevolusi. Lebih simple dan dimengerti sama masyarat Indonesia. Warna ga monoton hijau sebagai lambang islam. Sekarang ada ungu, biru, dan warna -warna ceria lainnya. Ditambah dengan adanya pemersatu logo IB dari bank Indonesia. Terus. Kenapa partai partai yang islam ini ga belajar toh dari cara marketingnya bank syariah di Indonesia. Politik tumbuh. Masyarakat pun tumbuh. Sikapnya lebih terdifferensiasi & horizontal (kebersamaan melalui keragaman beragama). Saling menghargai antar umat beragama. Dan itu islam yang sesungguhnya cerminan dari bangsa kita. Kalaupun ada yang bilang dengan suveinya sendiri ala KPK bahwa partai nya dengan korupsi terendah. Toh sama aja kan pernah korupsi. Idealnya begini. Tahun lalu kelompok A 60% B 30 C 10%. Si C sebagai minoritas tentu harusnya tahu diri. Berapa porsi dan bagiannya untuk korupsi. Makanya sedikit. Jika C diberikan kesempatan untuk menjadi partai yang berkuasa di pemilu berikutnya. Kemungkinan pola korupsi mayoritas ke minoritas akan berulang dengan proporsi C 60% B 30 % A 10%. Jadi harusnya sudah tahu kan ya. Korupsi itu budaya. Karena sebagai bangsa yang masih ngeliat nilai dibanding proses. Seseorang harus ditilik sebenernya ga korupsi karena apa? 1. ga ada nya kesempatan karena minoritas  2. Emang bener bener ga niat korupsi dari awal. Kayak nyontek misalnya. Lo ga nyontek karena apa? pengawasnya si Killer Bu Mawar. Atau emang dari awal ga niat nyontek.


Jadi bisa disikapin sekali lagi belum ada calon yang layak semisal Anies Baswedan favorit saya pun dilihat dari teori marketing. Dia sudah ketinggalan zaman dalam hal masih mengusung ideologi anti korupsinya. Track recordnya yang bersih dan mengusung PM yang mengubah imej: Berhenti Mengutuk Kegelapan tapi Nyalakan Lilin sama dengan mengajar dipedalaman adalah hal terkeren untuk seumur hidupnya. Dan salahnya adalah masuk partai besar yang sangat banyak korupsinya. Ditambah masih harus bersaing dengan konvensi oleh calon lain kaya Dahlan Iskan, Mahfud Md dan Gita Wiryawan.
Sepertinya figur politik seperti Jokowi yang kurang visi misi namun kerja nyata, masih mengena di masyarakat kita. Karena dia mengusung marketing politik baru. Yang bukan karena pencitraan iklan. Tapi toh masyarakat akan lihat: Dia Kerja.


Akhir kata, toh saya bukanlah siapa-siapa. Ga ada pengaruhnya juga kata-kata saya. Cuma banyakin haters aja.
Nite.
Depok, 22;56 9 Apri 2013

4/8/14

LOWONGAN KERJA: SOCIAL MEDIA SPECIALIST - FEMALE ONLY



Lowongan Kerja Social Media Specialist Jakarta


Omeoo Media is currently looking for A Social Media Officer Female Only with extensive experience in the Health / Medical Sector.


SOCIAL MEDIA SPECIALIST - FEMALE ONLY


Requirements:
  1. Female between the age of 25 – 30 years old
  2. Experience in the health / medical sector will be an advantage
  3. Familiar with Social Media such as Facebook, Twitter, and Youtube
  4. Fluent in English (Both Written and Spoken)
  5. Fresh Graduates are Welcome

Responsibilities:


  • Utilitse and optimise social media channels to achieve client’s goals
  • Along with the creative team, build a good social media strategy to create innovative campaign
  • Continuously maintain assigned social media account and make sure the digital campaign is on the right track
  • Keep updating the assigned social media account and interact with users
  • Boost interactivity and number of users by any methods possible
  • Review the performance of assigned social media campaign