8/10/14

Salah Memilih

Sepertinya, kau telah salah memilih orang untuk kamu jatuh cintai. Karena kesiapan dirimu yang terlalu lucu buatku. Kalau kau mengira aku ini jenis wanita yang sama dengan yang lainnya, maka kamu telah salah sangka.

Hatiku sebagai gerbang sudah terluka. Kalaupun sekarang telah kering dan belum sembuh benar sehingga aku sudah membentenginya dengan pagar tinggi sekali. Dengan duri tajam diatasnya. Tanpa pintu dan jendela di sana. Sepenglihatanmu dari luar aku ini kejam. Namun, aku tengah mengecat diding dalamnya berwarna biru dan merah muda. Belum kering juga sekarang. Aku hanya berusaha untuk sembuh dan memperbaiki diriku sendiri tanpa perlu orang tahu luarku seperti apa. Begitulah... kuharap engkau mau mengerti.

Janganlah membual cinta padaku sekarang. Bahkan, aku juga tak mau menunggumu. Kamu harus tahu, semua wanita yang bersabar bukan dengan janji. Tapi kepastian di matanya saat ini. Akupun tengah menunggu kepastian dari Tuhan. Kepastian yang baik yang siap menghadap Ibu dan Ayahku. Cinta bagiku bukan sekedar kata. Namun, komitmen dimana kami akan perjuangkan karena Tuhan semata.

Sementara, untuk menggapainya aku harus berbenah diri, memajang banyak vas berisi ilmu. Menghadap Tuhan tengah malam dalam rumah dengan pagar yang tinggi. Menyembuhkan diriku sendiri. Bersiap membuat pola pintu yang baru berbentuk segienam untuk hatiku. Dan mulai mengingat bahwa kunci pintu itu kutitipkan pada laci Tuhan sementara waktu.

Kuharap kau mau mengerti sekarang..... bahwa telah salah memilih dimana hatimu dijatuhkan...

Depok.16:41 11 Agustus 2014

8/8/14

:)

Alhamdulillah masih bingung mau kemana pas cuti nanti. Oknum F, temen kubikel sebelah gue yang ribet ngurusin bendera karang taruna sampe ngakak gara-gara ini.

Tadinya udah planning mau cuti ini itu ntar aja disimpen buat lebaran. Eh yaaaah... Karena lebaran modelnya begitu liburnya lumayan enak kan seminggu jadi gatau alasan cutinya apa. Pulang kampung juga engga. Dan juga ga tega kerjaan eike masih banyaaak banget. Terus senin xutinya udah angusss huhuhu. Ujung-ujungnya akhirnya dapet cuti tanggal 1-5 September ini  lalalalalalalalayeyeyyeyeyeyeyeyeye #padahalmasihlama

Mau kemana masih bingung maunya ke Dubai #plaaaak itu mah sama my hubby udah harus ada haha.

Well. Seneng dong gue hehehe. Oknum F akhirnya nanya "mau kemana?"

"Gue gatahu Ef. Ke Jogjaaaa. Ke Bandung."

"Sama siapa?"

Pertanyaan ga enak kan kaya gitu akhirnya muncul juga

"Sendiriaaaaan. Hahahaha."

"Lo mah aneh aneh aja. Musti mesen tiket tuh dari sekarang hahaha ciyan amet."

"Kalau engga ntar gue minta ditemenin ade gue  aja keliling liling museum Jakarta kan hahaha"

"Bahahahahaha." Sambil oknum F bersedekap ke meja ga nahan liat ekspresi kemalangan gue.

"Backsoundnya lonelyyyy. I feel so lonely have no body. Ala penari hawai ~_~_~_~_~

Kamu ajaaa yang temenin aku gimana Zayn? Ngomong sama Zayn Malik <3 Huehehehe

Okeh siap berpetualang juga besok. Undangan nikah ada 4 juga bulan ini. sama nasibnya ga bisa ngajakin Zayn Malik. Ga bisa ke Bandung juga temen kantor nikahan jugak. Akhirnya milih Ke Karawang duluuuuu dudududu ^^ Buat oknum H temen seperjuangan bimbingan sama bu Elisabeth duluuu pas Tugas Akhir.

Have a nice wiken yooo :)

Depok. 8/8/14 23:56

8/5/14

Someday...



I wanted someone who said like Justin it's not a bad thing to fall in love with me. 


We brave the dash of waves however the most waves to dash is ourself.


We just stay quite on social media.


Just meet once with simple dressed I ever had.


Then six months after that with bold of our heart, Allah bless us to getting marry.


Every people asked, then our heart answered.


Lets take a good start fulfill happiness from now, Allah with us.


Just it :)

It happens on...



8/1/14

True Friends

Anyway. After posted about True Love. It could be interesting to know more with another side: Taraaaaaa it just unimportant thing that I just found on instagram. It's called: True Friends.

Today.. with my arts of experience being a Kepo Person (a person who isnt your secret admirer but following your activity on social media) thats so Lol.

Based on my kepoism. One of My friend called Oknum M seen in my friends of friends on Instagram. Its called kepo-ism is not stop till you get interesting someone's life. She is my classmate in My Senior Highschool is still same personal till now. She is rich because her dad is one of director BUMN. Some people includes Oknum M, maybe choose they friends and proud because whats on their status now. On her instagram I saw she more closer with one of Indonesian super celebrity and too much show off about this celeb on her instagram. I dunno, When this celeb are not famous again. Could Oknum M still make a friends with her?

Some people said I just envy with oknum M life's... But thats why we called it life. The dinamism of life as same as finding a true friends is really difficult. They should be support you even you are in the bottom, or you now on beyond of them.

So when you are in the bottom you will know who is your true friends? :) Money oriented cant changed anything. Keep your true friends till you success. Cause you know they were still beside you when you are in the bottom :)

I remember on Yesterday, my college friends and I went in Starbucks. Finally, its our first time with own money each of us cause now as a first jobber in the jungle of Jakarta. Remember our old moment we just ate 'murah meriah' at Es Pocong. So.. it almost 5 months we never have a quality time together. We laugh so loudly. We share, we dream, we talked. A quite evening in starbucks suddenly changed because of us. And it so amazingly have this people beside me now. Dear God... Thank you so much for this moment.

It also I remembered. Aulia has been graduated officialy from her Undergraduate Program. She was so happy during her *session this day and it almost finished and ready for Kebaya at Balairung UI on this August. Well... Windy and I is on the cab back to home after work. The cab has coming and through my cell phone, we hear the expressing of happiness from her. We loud so laughhhhly.  After that, the driver said we are as a true friends because *the LOL*... So if you and your friends seldom to laugh so loudly is not indicator you and your friends are the true one.

Anyway.. Dont leave your friends because now you just achieve beyond of them. Cause you will not happy to share "your beyond" with a wrong people who has ready to leave you in the bottom.

Appreciate them. Before you "had" appreaciated them...

10th years of our friendship. Aulia & Windy
And thank you for Tami, Irin, Dina, Rini, Lidya, Ciput & Izzah \o/

Depok. 17.01 1 Aug 2014

True Love

Lately, some of my friends (female and already taken relationship) so happy to share their stories about found their true love. You know, there was a same type of men who had been they were talked about.

It's all about his personal. My friends were known a true love is a person smarter than. Hard worker (a poor man is not serious problem because this good personal), same religion is important thing, not too much drama because he knows what she wanted and ready be a good leader. And not just talk a promise, he talks and quickly to action is one indicator level of mature.

It so sad to realize. Im just a dreamer. Dream him to becomes a true love. Because....

"C'mon dont look back. You deserve better Bel. Just take one step to move :)"

":)"

Depok. 00:10 1 Aug 2014

7/29/14

Belajar Jadi Wanita Dewasa

Ternyata banyak hal yang bisa dilihat seseorang itu dewasa apa engga. Sekarang umur gue udah hampir 22 tahun. Gue masih suka nangis padahal masalahnya sepele. Masalah yang harusnya ga usah di lebih-lebihin hahaha. Sangunis Melankolis emang ga asik. Tapi pengkotakan dengan pribadi kaya gitu kan ga sesuai. Manusia sudah fitrahnya jadi bisa marah, nangis atau ketawa. Oke back to the main topic:  Masalah transisi kedewasaan sedang gue alami sangat amat dahsyat. Dimana gue belajar di Idul Fitri ini untuk memaafkan dan bergerak maju. Walaupun mungkin masih sedih. Tapi lucu aja. Gue ngelihat diri sendiri yang ga dewasa ini. Akhirnya gue ngaca kalau gue nangis itu jelek banget. Gue ngaca gue terlihat sangat tua tapi kelakuan ga lebih dari anak kecil. Kalau kecewa wajar buat nangis. Tapi ya ga nangis terus-terusan juga. Gue harus bertransisi dan menerima keadaan dengan emosi yang lebih baik. Gue yakin masalah gue akan selesai dengan sendirinya. Masalah gue yang masih stay di tempat dan ngenang masa lalu itu buruk banget tingkatnya. Gue ga belajar apa yang ada sekarang harus dijalanin dan yang lalu harus dijadiin pelajaran. Banyak di luar sana yang akan ngasih kebahagian bukan dengan meratapi masa lalu kaya gini,  asalkan gue memantaskan untuk hal itu. Kalau masih terjebak sama hal-hal yang bikin emosi gue naik turun artinya gue belum ikhlas dan mau maju ke depan. Sesekali memang harus menengok ke belakang. Tapi ayolah Bel, belajar untuk memaafkan dan siap buat mengejar bintang yang baru. Tuhan sudah siapkan bukan?

Selain dari sisi itu gue belajar juga bahwa ga boleh terus-terusan nyalahin orang lain yang lagi bersikap unmood atau marah berarti dia marah juga sama kita. Gue kadang berpikir terlalu banyak yang gue pikirin atas orang itu murni kesalahan gue. Padahal kan ga gitu. Gue harus nerima di luar sana banyak orang terlihat jutek tiba-tiba murni bukan salah gue saat itu. Itu bisa jadi karena temennya, pacarnya, makan siangnya, film favoritnya, grup liga kesayangannya kalah, klien yang maki-maki, dan lain sebagainya. Kecuali memang saat itu gue di marahi. Jadi kalau gue lagi ga salah apapun. Jangan pernah suudzon itu karena kesalahan gue. Gue sensitif banget emang. Dan ini musti disadarin dari sekarang.

Gue juga belajar bahwa kekanak-kanakan itu dimana menyikapi saat keadaan yang ga sesuai dan gue ngasih emosi negatif disitu. Misal kaya kalian ngambek sama orang tua dan ga bisa ngurung diri di kamar atau mogok makan. Seharusnya kalian harus ngomong heart to heart baik sama nyokap atau bokap. Menyikapi keadaan dengan emosi negatif sama saja ke kanak-kanakan. Harus belajar dewasa. Dengan menerima ala emosi positif. Gue sekarang merasakan gimana berusaha ga ngambek. Lebih ngedengerin cerita-cerita nyokap di masa lampau dan dengerin petuahnya. Looks so oldies dan butuh buat kedewasaan tersendiri. Yang mana dulu waktu gue remaja, gue lebih sering curhat ke temen gue sendiri. Padahal tanpa harus cerita ke nyokap. Cukup dengerin dia ngomong itu udah jadi masukan dan pembelajaran dan anehnya itu selalu terjadi. Nyokap selalu ada aja petuahnya di cerita sana sini. Walaupun kadang pikiran dan teknologi yang dia omongin udah ga relevan di masa sekarang. Tapi moral storynya selalu ada yang bisa gue ambil.

Sekarang, gue juga harus belajar untuk dapet tanggung jawab yang lebih besar. Ibaratnya kalau dulu waktu kecil mecahin piring, nangis, terus mamah sambil ngomel-ngomel dan dia yang beresin. Sekarang kalau salah ya harus kita benerin, disapulah belingnya biar ga kena orang lain. Harus mulai kaya gitu. Dengan tanggung jawab yang lebih besar Pak M bilang saat gelas 'kerjaan' penuh. Bukan menyalahkan pekerjaannya. Tapi coba tinggiin gelasnya. Gue juga ga tahu siap atau engga buat fase itu. Semoga disiapkan Tuhan.

Kematangan emosi mengelola keuangan juga ga bisa diambil dari jurusan akuntansi yang gue punya. Karena di situ hati gue main. Dalam arti kata hati untuk positif ya bukan berarti shopping satu malam *lagu dangdut haha* . Di situ akuntansi ga ngajarin matematika Tuhan. Alhamdulillah Gue belajar lagi untuk kesempatan kedua gue yaitu kuliah pakai uang sendiri. Gue belajar lagi buat apapun yang gue punya sekarang bukan milik gue. Tapi masih milik orang-orang yang berjasa sama hidup gue dan yang ngebutuhin. Di berbagi nasi depok gue belajar masihhhhh banyak orang yang ga punya rumah dan tidur di jalanan atau gerobak sampah. Disitulah kebahagaian buat berbagi enak banget rasanya. Gue belajar juga untuk ngalah sama nyokap soal kebutuhan Putri. Gue ga boleh egois sama hidup gue. Mungkin banyak orang yang kepengen gadget baru bisa selfie ala 40 mega pixel dengan beauty camera tentunya haha. Tapi gue gatahu umur nyokap sampe berapa tahun. Dan gue bakal nyesel beli gadget mahal tapi ga bisa beliin nyokap apa-apa. Ga bisa bahagian dia pas dia masih ada. Tadi sore gue juga baru aja nengok tante gue yang udah kena jantung. Apa masih ga ngeri tentang umur ortu kita, siapa yang tahu kecuali Tuhan kan. Jadi seberapa pun gaji lo sekarang. Inget buat bagi ortu dan buat orang yang ngebutuhin. Gue yakin rezeki jalannya dari mana aja. Dari tanah, air, bumi dan udara *Aang Special Edition* Ini beneran serius. Inget Allah bakal nolong hamba yang sudah mau nolong hamba-Nya.

Jadi gue mau ga mau harus menerima dengan senyuman bahwa gue sudah harus bertransisi dengan kematangan pikiran, ngelaksanain semua hal dengan suka cita, juga belajar menerima hal dengan tetap berlaku positif.

Selamat Idul Fitri 1435 H. Mohon dimaafkan kalau postingan ku suka ga jelas. Mari saling memaafkan dan bergerak maju.

Sekian.

Depok. 21:08 pm  29/7/14

7/27/14

Perempuan dan Kepastian

Bagaimana jika kamu menjadi aku? Perlukah kamu mengganti peranmu sebagai perempuan dengan begitu kamu lantas mengerti dan memahami kami.

Kalau kamu bertanya apa mau perempuan? Kami adalah peminta kepastian masa depan. Bukan sekedar kepastian tentang perasaan. Jauh lebih dari itu bila mereka telah tumbuh dewasa. Kepastian itu adalah hidup kami. Hidup keluarga kami nanti. Hidup anak-anak kami. Yang mungkin sepenuhnya ada ditangan kekarmu. Baginya kepastian masa depan adalah harga yang harus dibayar mahal.

Anehnya, saat mereka diberi. Mereka akan menimbang-nimbang kepastian itu sendiri. Benarkah mereka mendapat kepastian? Mereka akan menimbang faktor lainnya selain kemapananmu. Begitulah perempuan. Sulit dimengerti terkadang.

Apabila kamu tidak memberi kepastian sekarang. Jangan khawatir. Aku akan menginvestasikan potensimu sekarang dan berbuah kepastian di masa depan. Seperti investasi yang akan dipetik nanti juga bukan? :)

Jangan risau. Aku membersamai perjuangmu sekarang hingga nanti. Untuk saling menghargai dan menyadarkan bahwa hidup akan berputar pada rodanya dan tak bisa memberi kepastian masa depan yang baik selamanya. Setidaknya dengan itu aku punya harga di matamu.

Asalkan sekarang, jangan berhenti melangkah dengan tegap dan lelah untuk yakinkan Ibu dan terutama Ayahku jika kamu mampu. Langkahmu kudoakan selalu.

#Fiksi Depok. 19:37 pm. 26/7/14

7/23/14

Jangan Pernah

Jangan pernah berharap kepada manusia. Camkan itu!

Harapannya ke Allah aja. Allah bisa ngasih yang baik bahkan terbaik. Cuma masalah percaya apa engga. Semua balik lagi ke masalah iman. Lagi lemah ya gitu pasti nangis. Lagi kuat pasti senyum dan percaya Allah pasti bantu. Semoga Allah terus berikan nikmat iman dan kepercayaan ke kamu Bel.

Aamiin ya Rabbal Alamin :)