8/24/15

QUOTES


"Sekali seumur hidup. Bertualanglah. Ke alam bebas. Ke negeri antah berantah yang tidak pernah kamu kunjungi sebelumnya. Ke tempat yang hanya pernah kamu dengar lewat cerita. Ke daerah yang sama sekali baru. Ke tempat yang jauh. Yang harus terbang untuk mencapainya. Yang harus berjam-jam di atas kapal untuk pergi ke sana. Yang harus berjalan kaki berlelah-lelah untuk tiba di sana. Bertualanglah. Karena kamu akan tahu bahwa pengalaman seperti itu seharusnya tidak dilakukan sekali seumur hidup. Tetapi sepanjang hidup."


Have you ever denied your feelings for someone because your fear of rejection was too hard to handle?


If you cannot love, at least don’t hate.


-kuntawiaji.tumblr.com

8/21/15

Uti.

Uti belum bisa nyebrang teh. Masih nangis minta di anter Aa Fahri kalau mau ke sekolah.

Teh... liat deh si Putri masuk SMP4 jadi rajin. Semoga kaya teteh ya. Tadi nilai english listeningnya 10. Mamah sampe kaget.

Teh... aku mau ke resto korea...

Teh... aku suka sekali sama XO.

Nonton running man bareng bareng.

Teh... Uti sekarang disuruh mamah masuk rohis.. (Seumur umur aku belum pernah memasuki dunia rohis kaya gitu)

Uti udah pake kerudung ya sekarang. Kata mamah cantik banget.

Teh.. guruku aneh karena aku doang yang ga punya hp dan ga punya FB.

Teh... tadi aku diketawain pas ngaji diliatin anak kecil karena aku cadel dan suaraku kaya anak kecil.

Mamah: Putri udah gede aja ya sekarang. kayanya baru kemaren tk.

Mamah: Dulu mamah gandeng kamu nih segini umurnya. sekarang udah gede aja ya dua duanya.

We love you so much putriii. Udah gede. Cantik. Semoga dijaga terus sama Allah dari hal hal buruk. Yang kakak kelas aneh aneh. Aamiin.

Depok. 20:25 pm 21/8/2015

8/13/15

Jodoh kita sudah tertulis di Lauhul Mahfuzh. Mau diambil dari jalan halal ataupun haram, dapatnya yang itu juga. Yang beda rasa berkahnya.
Rizqi kita sudah tertulis di Lauhul Mahfuzh. Mau diambil dari jalan halal ataupun haram, dapatnya segitu juga. Yang beda rasa berkahnya.
Ust. Salim A. Fillah

8/12/15

REMINDER!

Saat semangat ibadahmu menurun, maka ingatlah di detik ini ada jutaan penghuni kubur merintih dan meminta kepada Allah.. “… Yaa Tuhanku, kembalikan aku (ke dunia) agar aku dapat berbuat amal shaleh yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak bisa! …” QS. Mu'minun : 99-100

8/9/15

I dont Have

"I don’t have the prettiest face for you to see, or the skinniest waist for you to hold, but I do have the biggest heart to love you with." - A fault in our stars. John greeennn meleleh akunyahhh:3

Happy to face our manic monday. Holaahopp.

Life.

8/4/15

Kepantasan

#SelfNoted

Jadi ceritanya habis blog walking dan pengen banget nulis ini. Akhir akhir ini aku sering banget denger yang namanya memantaskan diri. Tiba-tiba yang tadinya jarang shalat sunnah jadinya shalat sunnah. Katanya takut kalau ternyata dirinya ga pantes sama calon suaminya (yang masih belum diketahui siapa) itu ternyata rajin shalat sunnah. Ada juga yang tiba-tiba ga rajin baca Al-quran jadi rajin baca Quran. Jodoh memang cermin dan kepantasan. Tapi aku akhir akhir ini malah ngerasa aneh sendiri. Anehnya gini... kalau misalnya kita berupaya untuk menjadi baik tapi untuk orang lain... dengan kata lain mengharapkan imbalan dari Allah agar jodohnya demikian. Kan jadinya ga ikhlas... Ya ga sih? Kalau aku sih percaya... Allah itu maha baik..  baik banget... saking baiknya surga aja bisa Dia kasih apalagi jodoh.

Menurutku... kita itu salah banget menilai dari sisi manusianya aja. Melihat kepantasan secara parsial bukan totalitas. Melihat dari sisi Tuhan itu pasti beda banget kan penilaiannya. Mungkin ada orang yang gampang dikasih kenikmatan buat sholat malem. Tapi kamu diuji kepantasannya bukan hal itu. Misalnya kesabaran di tempat kerja. Gimana ngadepin bos. Gimana ngadepin bulan Ramadhan kemarin yang isinya dunia terus. Kita masih masing punya kapasitas buat memantaskan. Ga bisa dilihat dari sisi ibadah fisik aja. Terus... buat yang sering maksain. kaya aku yang ternyata ga bisa kaya gitu.. Inget semua orang punya kapasitasnya masing masing. Ga harus banyak. Kecil ataupun sedikit lebih baik dibandingkan kita melakukan ibadah besar besaran tapi ga istiqomah...

Terus... yang bikin aku bingung lagi. Banyak banget kan motivator pernikahan gitu. Yang kita harus beginilah dan begitulah dan pernikahannya masih baru punya anak satu dan berumur satu tahun. Dimana tahap tersebut masih kecil banget tingkatannya dibanding Ibu sama Bapak aku sendiri yang udah punya anak sulung 23 tahun ini. Menurut aku, pengompor-ngompor harus nikah cepat, ibadah yang dibuat-buat, jadinya niatnya salah. Menurutku itu keliru aja.

Aku tahu... banyak banget yang khawatir, aku sendiri juga. Semua dicipta berpasang-pasangan kan? Jangan-jangan karena semua berlomba-lomba jadinya kita ga tahu alasan kita nikah apa. Apa cuma karena iri sama semua orang. Cuma karena takut sendirian. Yang aku tahu... kita kan sering banget berdoa sama Allah. Digantung dan dihias di sana dengan indah oleh malaikat yang turut mengamini. Apa nanti Allah bakalan turunin ke bumi dengan kekecawaan. Pastinya engga kan. Aku menikah karena alasan aku sendiri. Yang takut suatu hari ga bisa jaga diri aku sendiri. Yang gatahu sampai kapan umur Ibu sama Bapak. Yang kepengin suatu saat anak anakku belajar dari Ibu kaya aku. #ketinggian

Tugas yang kita lakukan adalah istiqomah, banyak bersyukur, lurusin niat, berdoa sebanyak banyaknya (karena jawaban doa adalah iya) berusaha segenap daya, dan husnudzon sama Allah.

Depok. Pagi. Stasiun Depok Baru. 08.01