Thursday, November 26, 2015

Shabia udah nemenin Mas... Jauh jauh ke Jakarta cuma mau nemenin Mas. Dari Bandung tiba-tiba berputar jadi arsitek di Jakarta karena mau nemenin perjuangan Mas...

Ternyata Shabia kalah. Shabia ga tahu Mas menilainya pakai apa dan bagaimana bisa? Shabia merasa lebih dari cantik. Lebih kurus. Lebih... Tapi Shabia kalah Mas.. Entah apa yang buat Mas sebegitu gampangnya Mas bisa pergi dari aku... Mas... Shabia kalah.

Ibu... Ayah... Laki-laki yang sudah Shabia harapkan... Ternyata bukan takdirku Yah.. Bu... Di kota ini Shabia ternyata bisa sejatuh ini... Shabia ingin pulang... Pulang kepelukan ayah dan ibu....

***
Buat Shabia

Dalam Takdir baik... Tidak ada urusan menang atau kalah Shabia. Mas juga bukan memilih atas dasar lebih cantik. Lebih pintar. Lebih dan lebih lalu perempuan itu bisa menang Shabi. Perempuan seharusnya berkompetisi dengan dirinya sendiri. Menjadikan dirinya bukan untuk dibanding bandingkan dengan orang lain. Menjadikan dirinya baik dan lebih baik agar bukan menerima tetapi dicari oleh yang baik.

Shabia jangan sedih... Shabia mungkin belum paham... Atas dasar pilihan pilihan yang sudah Tuhan pilihkan ke diri kita sendiri. Atas pilihan Tuhan yang tentunya terbaik buat siapapun mahluknya itu. Shabia jangan anggap ini takdir buruk. Jawaban doa Shabia adalah iya. Meski bukan dengan Mas yang sekarang Shabia harapkan. Ternyata dipilihkan sama aku. Aku bukan gamau minta maaf sama Shabia. Tapi Tuhan memberi jalan-Nya seperti ini. Mas dan aku yang padahal baru saja kenal 3 bulan lalu. Bertemu pun setahun yang lalu. Shabia yang sehari hari sama Mas pasti kecewa berat sekali.

Shabia tahu.... Kita boleh berharap. Dan lebih baik lagi kalau kita berdoa. Tapi doa kita jangan sampai menjatuhkan pilihan untuk satu nama. Karena bisa jadi bukan dipilihkan untuk kita. Karena pada akhirnya takdir baik yang selalu menang.

Soal waktu bersama-sama berdua, juga jangan Shabia jadikan ukuran. Karena itu kekeliruan. Shabia sepantasnya mendapatkan seseorang yang mau menghabiskan hidup bersama-bersama berdua setelah menikah. Bukan yang lama-lama bersama tapi hanya satu yang berjuang untuk hidup bersama. Shabia tahu apa yang Mas bilang ke aku. When we love someone we dont waste time. We artinya laki-laki. Mas bilang seperti itukah ke Shabia.

Shabia... Shabia jangan bersedih. Suatu saat Shabia mengerti jawaban doa adalah selalu iya. Digantikan yang terbaik. Dipilihkan yang terbaik. Shabia harus percaya... Jawaban doa adalah iya.... Akupun akan berdoa untuk takdir baik Shabia.

#Shabia... #littlemissproject