Tuesday, January 17, 2017

Jangan berhenti berjuang

Ada banyak yang salah paham mengerti bagaimana arti dari berjuang.

Dulu ketika kuliah di poltek lagi rajin rajinnya meski sistem sks. Selain sabtu minggu udah belajar... Seninnya.. Saya bangun tengah malam. Kadang jam 3 pagi.. Belajar sampai pagi lagi.. Ngantuk ngantuk ga tidur dua hari. Karena masih ada 3 matkul lanjutan untuk hari berikutnya...

Di kelas.. waktu pencampuran tingkat akhir yang biasanya menetap satu kelas. Tiba tiba ketemu orang baru. Judgmental. Karena kalau ada yang presentasi saya sering kelewatan. Ditertawakan -_- karena yang udah dijelasin pasti ditanyain lagi.

Hingga saya tahu ilmu hasil yang ga pernah mengkhianati proses.. yang penting datang. Kerjakan. Lalu lupakan haha.

Ada lagi seorang teman oknum L pintar. Ga ikut organisasi apa apa kerjanya pulang belajar. Pulang belajar. Kerjaan saya waktu itu dagangin makanan bells mini cake. Pagi pagi udah bangun. Malem buat adonan. Di kampus masih ikut HMJA.

Terus ujian. Akuntansi advance. Udah pasti oknum l mah a.. saya mah apa...

Nilai saya A. Nilai dia A. Meski ada nilai C juga untuk satu mata kuliah karena saya ga maksimal...

Bukan masalah tentang hasilnya tapi bagaimana dengan prosesnya.... saya menikmati... sekaligus mungkin beruntung....

Seisi kelas C. Cuma dua orang yang dapet A yaitu saya sama oknum L. Terus karena dikiranya saya ga ngerti ngerti pada kaget...

Dan saya meski IP pas pas an waktu itu... Alhamdulillah lulus cum lau de.

***

Mungkin saya akan lebih memilih yang berjuang. Karena meskipun nanti tidak berjodoh. Tapi ada yang mengusahakan... Ada yang memperjuangkan takdir agar sama sama berdua nanti sampai tutup usia...

Meski terlihat perempuan tidak memperjuangkan. Padahal diam diam mendoakan 5 waktu dan mungkin lailnya. Padahal diam diam menilai dan mengucapkan yang baik baik kepada kedua orangtuanya. Padahal diam diam juga menerima. Menerima karena alasan yang mungkin ga bisa dilukiskan kata kata. Menerima karena mungkin alasan tentang imannya dan perjuangannya...

Tidak ada perjuangan yang sia sia... meskipun pada akhirnya tidak bisa bersama. Karena nanti saat berhenti berjuang adalah bukan alasan sepele seperti jarak, orangtua, suku, keluarga, teman, tiba tiba ga yakin, status sosial, harta, atau hal sepele lainnya. Berhenti berjuang adalah benar benar keputusan dari dirinya sendiri...

Jangan berhenti berjuang.. sebab tidak ada yang sia sia... perempuan tahu di mana harus melabuhkan hatinya dengan tepat... jangan berhenti berjuang... karena hidup masih panjang dan masih banyak hal hal lain yang akan sama sama terus diperjuangkan...

Serius banget yah postingannya... pasti ditanggepin "macem pejuang 45 ajah udah merdeka sist -_- #merusakpostingan #maafkan #bersemangat 

8.13 am 17/1/17


Gemuruh

Setelah menjelajahi Jakarta hari ini saya tengah sadar setelah banyak kesyukuran, kesyukuran tentang hidup, apa artinya hidup, kenapa dan a...