Saturday, January 28, 2017

When life is an opportunity cost

Dalam dunia akuntansi ada yang menyebutnya sebagai opportunity cost. Dalam hidup tidak bisa mengambil dua pilihan dalam satu waktu. Misal memilih mengamen atau sekolah. Kalau mengamen bisa dapet duit. Tapi kalau sekolah ga dapet uang. Hanya perumpamaan yang sederhana.

Tadi juga -gopay- pilih nasi goreng gopay atau keluar kosan. Gopay rata rata pilihannya 52 ribu rupiah karena adanya di Gancit semua.. Tanpa tenaga. Cukup ketik dan klik. Makanan datang tanpa perlu effort. Kalau mau keluar kosan.. Musti pakai kerudung dulu. Jalan kaki dulu. (Itusih saya aja yah yang males yah)

Akhirnya.. malah nunda dan sekalian makan di stasiun Manggarai. Nasi uduk malam. 10.000 rupiah saja. 4000 plus teh manis. Dan enakkkk..

Hidup juga tentang pilihan untuk abang abang yang jual mangga, telur puyuh dan cheesestick 2000an... Lalu saya beli demi keluarganya tersenyum malam ini. Seperti supir taksiku yang sudah tua dan beruban membuka jendelanya padahal hari sedang hujan dan tidak ada penumpang. Tukang bajaj dan ojek stasiun yang hanya sedang menunggu penumpang sambil mengobrol ramai ramai karena bersaing dengan ojek online sehingga waktu terasa semakin longgar tetapi dompet semakin tipis. Seperti dua orang Ibu di kereta dari Citayam ke Jakarta demi 200 ribu dan  Gelang #JakartaForAll dari pasangan cagub cawagub no 1 DKI. Seperti penjual nasi uduk yang terus melogatkan betawinya melayani pembeli sembari bergoyang-goyang mengikuti dentuman musik dari warung tetangga.

Seperti tatapan anak anak punk yang penuh tatoan di Stasiun Depok baru dan berganti menjadi tatapan para santri dari Majelis Rasulullah. Seperti melihat yang menghabiskan waktu sabtu malam menonton dengan pasangan. Yang mengingatkan saya tentang arti dari demikian dan persiapan jadi Ibu dan Bapak yang nihil..

Seperti pilihan menghabiskan waktu untuk apa. Seperti pilihan pada sesuatu yang sebenernya hidup abang abang, supir taksi, penjual nasi uduk dan anak punk yang tidak punya pilihan dan terus menjalani hidup dari hari kehari seolah tanpa beban.

Jika memang hidup kita lebih beruntung dan sebenarnya punya pilihan. Adakah pilihanmu menuju ke tujuan?


Depok. 11.10 pm. 28th Jan 2017 #roadto25th #acakkadut