Sunday, September 10, 2017

Gemuruh

Setelah menjelajahi Jakarta hari ini saya tengah sadar setelah banyak kesyukuran, kesyukuran tentang hidup, apa artinya hidup, kenapa dan apa saya di sini sekarang.

Bungur tempat saya mengajar terletak di sebelah Hotel Senen Indah, yang masih setia memasang bendera merah putih tanda merdeka, saya masih berjalan ke jalan Bungur Besar Raya No. 3, ditengah kegalauan antara dosen dan brevet pajak. Ditengah kegalauan KTP hilang dan ga bisa bikin passport. Dan kegalauannya lenyap waktu melewati menuju sholat Dzuhur sehabis mengajar di sebuah kontrakan petak dengan dua kipas angin, di depan mushola ada tiga keluarga yang masih tidur di jalan. Anaknya kecil-kecil, saya masih menyusuri di temani Ayu anak kelas 3 SD yang suka sekali nganterin kakak-kakak Bungur ke mushola

Hidup ini lucu ya, kadang kita mau hidup nyaman, semisal bercita cita jadi PNS, sayangnya alokasi negara turun ke situ semua, bercita cita mau beasiswa dari negara keluar negeri, lalu pulang pulang membandingkan negara yang pernah dia tinggali dulu dengan negara ini. Semisal ke Eropa tapi lupa bandinginnya ke Indonesia ga match aka ga apple to apple. Saya ga mau panjang lebar, tapi ada bagian hati saya yang terluka betapa kecil sekali kontribusi saya ke negara yang masih setia di pasang bendera merah putih tiap tahunnya.

Saya juga ga mau nulis banyak banyak kalimat bijak, karena setiap kita sudah merdeka katanya. Melewati rel kereta Stasiun Senen minum es kopi good day lima ribuan pada Ibu yang 17 tahun berjualan, dan pakai troli kalau misalnya ada petugas datang tinggal didorong aja, dan kalaupun di angkut ga rugi banyak seperti bikin gerobak dulu.

Terus... kalau hati ini terluka karena belum bisa berbuat banyak, harus bagaimana?

Semenatara Mamah bilang, di lingkungan saya juga butuh contoh seperti Bungur.. Lebih banyak bahkan...  Berkoar jauh jauh, tapi di lingkungann sendiri saya ga pede. Bahkan hidup keluarga saya pun tidak lebih beruntung.

Sementara sore hari, gemuruh, hujan deras di luaran. Belum reda reda. Tunggu pelangi malam hari nanti.



Children are matters, right?

Starbucks Manggarai. Fakir Wifi. 10.09.2017